24 Juli 2014

Myanmar Navy and Indonesia's PT PAL in LPD talks

24 Juli 2014


PAL LPD 125 (photo : PAL)

The Myanmar Navy (MN) and Indonesian naval shipbuilder PT PAL are in talks over the MN's potential purchase of landing platform docks (LPDs) to bolster sealift and amphibious capabilities, IHS Jane's understands.

The two parties have recently entered what have been described to IHS Jane's as "preliminary discussions" about the MN's acquisition of a small number of vessels based on PT PAL's Makassar-class LPD, which in turn is based on a design by South Korea's Dae Sun Shipbuilding and Engineering.

PT PAL has delivered five Makassar-class LPDs to the Indonesian Navy and in June signed a contract to supply the Philippine Navy (PN) with two LPDs based on the same design.

(Jane's)

23 Juli 2014

Flight F-16 C/D TNI AU Tiba di Guam Menuju Tanah Air

23 Juli 2014

F-16 C/D TNI AU (all photos : TNI AU)

Akhirnya tiga pesawat F-16 C/D 52ID TNI AU dengan call sign "Viper Flight," dari  Eielson AFB (Air Force Base) Alaska berhasil mendarat dengan selamat di Andersen AFB Guam. Pesawat tinggal landas dari Eielson AFB pada tanggal 22/7 pukul 11.14 waktu Alaska (tgl.22/7 pukul 02.00 WIB) dan mendarat di Guam pada pukul 15.00 waktu Guam (tgl 23 pukul 12.00 WIB). Pesawat leader adalah sebuah F-16 C dengan nomer TS 1625 yang diterbangkan Col. Howard  Purcel,  pesawat kedua adalah sebah pesawat F-16 D dengan nomer TS 1620 yang diawaki Maj Collin Coatney / Ltk.Firman Dwi Cahyono dan pesawat terakhir juga sebuah F-16 D dengan nomer TS 1623 yang diawaki Ltc. Erick Houston/ May.Anjar Legowo.

Viper Flight telah menempuh perjalanan dari Eielson AFB Alaska meneuju Andersen AFB Guam  selama 9 jam 46 menit dengan dikawal pesawat tanker KC-10 dari Travis AFB. Semula flight terbang pada ketinggian 25.000 kaki dengan kecepatan 0.75 MN (Mach Number) atau sekitar 450 KTAS (Knots True Air Speed) melewati Samudra Pasifik yang luas. Namun penerbangan terpaksa naik keketinggian 27.000 kaki untuk menghindari awan dan turbulensi. Selanjutnya pada dua jam terakhir kecepatan terpaksa ditambah agar tiba sesuai rencana. Selama perjalanan telah dilaksanakan 9 kali air to air refueling. Saat mendarat dalam kondisi hujan ringan (light rain) namun setelah landing menjadi cukup lebat (shower rain).

Setelah sebelumnya tertahan selama 5 hari di Eielson karena kerusakan pada pesawat tanker maka besok tanggal 23 Juli akan dilaksanakan penerbangan leg terakhir dari Guam langsung menuju Lanud Iswahyudi Madiun dengan rencana waktu tempuh 5 jam 16 menit. Ketiga pesawat direncanakan  akan mendarat pada pukul 11.16 di Lanud Iswahjudi Madiun pada tanggal 24 Juli 2014, dan akan diterima oleh Kepala Staf Angkatan Udara dan pejabat teras TNI AU dan Kemhan untuk selanjutnya akan langsung diparkir di hangar Skadron Udara 3 “The Dragon Nest” untuk inspeksi.



Setelah libur Idul Fitri maka  enam instruktur penerbang F-16 akan mulai melanjutkan latihan terbang konversi F-16 C/D nya di Lanud Iswahyudi Madiun mulai bulan Agustus 2014 dibawah supervisi empat instruktur penerbang  dari US Air Force Mobile Training Team. Rencananya pesawat-pesawat ini akan menjalani modifikasi pemasangan peralatan drag chute karena konfigurasi awal pesawat F16C/D-52ID tidak dilengkapi dengan drag chute (rem payung) yang dilakukan tehnisi TNI AU dibantu personil Lockheed Martin pada kuartal pertama 2015.

Seluruh pesawat sebelumnya menjalani upgrading dan refurbished rangka “airframe” serta modernisasi sistem “avionic” dan persenjataan di Ogden Air Logistics Center Hill AFB, Utah.    Rangka pesawat diperkuat, cockpit diperbarui, jaringan kabel dan elektronik baru dipasang, semua system lama di rekondisi atau diganti menjadi baru dan mission computer canggih baru sebagai otak pesawat  ditambahkan agar lahir kembali dengan kemampuan jauh lebih hebat dan ampuh.

Modernisasi dan upgrade avionic dan engine pesawat dilaksanakan untuk  meningkatkan kemampuan menjadi setara dengan F-16 block 50/ 52, khususnya dengan pemasangan “otak dan syaraf”  pesawat yaitu  Mission Computer MMC- 7000A versi M-5 yang juga dipakai Block 52+, demikian pula radar AN/APG-68 (V) ditingkatkan kemampuan sesuai system baru yang dipasang. Juga Improved Modem Data Link 16 untuk komunikasi data canggih,  Embedded GPS/ INS (EGI) block-52  yang menggabungkan fungsi  GPS dan INS dan berguna untuk penembakan JDAM (Bomb GPS),  Electronic Warfare Management System AN/ALQ-213,  Radar Warning Receiver ALR-69 Class IV serta Countermeasures Dispenser Set ALE-47 untuk melepaskan  Chaffs/ Flares anti radar/anti rudal.   



Untuk seluruh mesin pesawat  tipe   F100-PW-220/E  telah menjalani  upgrade menjadi baru kembali, khususnya dengan pemasangan system DEEC (Digital Electronic Engine Computer) baru dan Augmentor Engine baru yang usia pakainnya dua kali lebih lama.

Dalam urusan pertempuran udara  pesawat ini cukup handal karena disamping lincah  F-16 C/D 52ID TNI AU juga juga dilengkapi rudal jarak pendek AIM-9 Sidewinder L/M/X dan IRIS-T  (NATO) serta rudal jarak sedang AIM-120 AMRAAM-C .  Untuk menyerang sasaran permukaan dilengkapi kanon 20 mm, bomb standar MK 81/ 82/ 83/ 84, Laser Guided Bomb Paveway, JDAM (GPS Bomb), Bom anti runway Durandal, rudal AGM-65 Maverick K2, rudal AGM-84 Harpoon (anti kapal), rudal AGM-88 HARM (anti radar),  Improved Data Modem Link 16, Head Up Display layar lebar terbaru yang kompatibel dengan Helmet Mounted Cueing System dan Night Vision Google. Pesawat juga dilengkapi navigation dan targeting pod canggih seperti Sniper/ Litening untuk operasi tempur malam hari serta mampu melaksanakan missi Supression Of Enemy Air Defence (SEAD) untuk menetralisir pertahanan udara musuh.

TNI Angkatan Udara merencanakan armada baru F-16 C/D 52ID ini akan melengkapi Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi Madiun dan Skadron Udara 16 Lanud Rusmin Nuryadin Pekanbaru. Dilengkapi kemampuan sistem avionic canggih dan senjata udara modern serta keunggulan daya jangkau operasi membuat  pesawat ini sanggup untuk menghadang setiap penerbangan gelap atau menghantam sasaran,  baik di luar atau dalam wilayah kedaulatan kita, pada saat siang atau malam hari. Pengalaman dan pemahaman dari aplikasi penggunaan tehnologi perang udara modern yang didapat dalam pengoperasian F-16 CD 52ID niscaya akan membantu kita untuk memperbaiki perencanaan, pengadaan, pelatihan serta doktrin dan taktik perang udara TNI AU. 

Diharapkan pada saat pesawat tempur masa depan IFX sudah siap dioperasikan maka berbagai prosedur, taktik, pengalaman dan ilmu pengetahuan yang didapat dari pengoperasian pesawat F-16 C/D 52ID bisa  kita terapkan untuk menyamai dan bahkan mengungguli kekuatan udara calon lawan dan pesaing negara kita.  Pesawat-pesawat canggih ini akan  menambah kekuatan tempur  TNI Angkatan Udara sebagai tulang punggung Air Power (Kekuatan Dirgantara) Negara kita demi  menjaga Keamanan Nasional Indonesia.

(TNI AU)

US to Give C-130 Planes to Philippines

23 Juli 2014


USAF C130 Hercules (photo : avioners)

MANILA, Philippines — The United States will give two Lockheed C-130 "Hercules" planes to the Philippines, newly appointed Armed Forces of the Philippines (AFP) chief-of-staff Lt. Gen. Gregorio Pio Catapang revealed.

In a state report, Catapang disclosed the impending donation in a visit to the 1st Air Division headquarters in Clark Field, Pampanga, citing American military officials.

"I just talked to our US counterparts [and] they told us they are making available another two C-130s to address our humanitarian assistance disaster relief concerns," Catapang said.

The United States military has deployed a humanitarian mission to the Visayas after the onslaught of deadly typhoon Yolanda, which took thousands of lives and destroyed countless homes.

Catapang said that the Americans extended the offer after learning of President Aquino's plans to acquire new cargo aircrafts for the military.

The existing C-130 planes of the Air Force figured heavily in the transport of relief goods for victims of typhoon Yolanda and equipment needed by government troops involved in the efforts last year.

In November last year, former AFP chief Gen. Emmanuel Bautista announced that the country seeks to procure two more C-130 planes to improve disaster relief operations.

"We are in the process of acquiring two more C-130s. As you very well know, we only have three C-130s. In terms of strategic lift, C-130s are very important," Bautista said.

Ideally, he said the Philippine Air Force should have at least nine C-130s.

(PhilStar)

Australia Seeks Participation in Kongsberg's JSM

23 Juli 2014


Kongsberg Group Joint Strike Missile (JSM) (image : devotek)

Australia is seeking expanded engagement in Norway's air-launched anti-ship Kongsberg Joint Strike Missile (JSM) programme, the Department of Defence (DoD) in Canberra confirmed to IHS Jane's on 21 July.

The collaboration project is framed around both countries' participation in the Lockheed Martin F-35 Lightning II Joint Strike Fighter programme. The JSM has been conceived as a precision-strike missile specifically designed for the internal carriage in F-35A and F-35C variants of the aircraft.

A spokesman from the DoD said that although Australian industry has previously participated in the JSM programme, new rounds of discussions between the two countries are focused on potentially expanding collaboration with a focus on the missile's integration onto the F-35.

(Jane's)

DND in the Market for 2 RHIBs for PN

23 Juli 2014


DND will acquire 2 RHIBs (photo : north sea boats)

The Department of National Defense (DND) said on Tuesday that it is allocating P63,159,000 to acquire two rigid hull inflatable boats (RHIBs) for the Philippine Navy.

The money will be sourced from the Armed Forces of the Philippines (AFP) Modernization Funds and the contract will include an integrated logistic support for the craft, DND said.

The RHIBs will be used by the PN for "maritime interdiction and GOPLAT takedown missions."

The craft must be able to cruise at speeds of 45 knots, withstand and still be functional at Sea State 4, and capable of carrying 14 passengers (including four crewmen).

Interested bidders must have completed a similar project within the last 10 years and must be able to deliver the RHIBs within 180 calendar days from the issuance of the notice to proceed.

Pre-bid conference is slated at 9 a.m. on July 31 at the PVAO Conference Room, Andres Bonifacio Hall, PVAO Compound, Camp Aguinaldo, Quezon City.

Bid opening is set on Aug. 13, also in the same venue.

(PNA)

22 Juli 2014

First RAAF F-35A Rollout Confirmed for July 24

22 Juli 2014


AU-1, seen here being towed to the paintshop, will be officially rolled out on July 24. (photo : Lockheed Martin)

The first of up to 100 Lockheed Martin F-35A Lightning II fighters for the RAAF will be formally rolled out on July 24.

The aircraft – designated AU-1 – will be ceremonially handed over to RAAF and government officials at the company’s Fort Worth facility.

It will then be taken to a flight line hangar for final work before first flight, and will subsequently be delivered to the USAF’s F-35 schoolhouse at Luke AFB in Arizona where it will be pooled with other US and partner nation F-35As for training.

At present only two F-35As have been contracted by Australia, while long-lead items for a follow-on batch of 12 aircraft have also been paid for. A further 58 F-35As have been approved by government, and these will be ordered as the production lots for these aircraft are contracted by the US government.

The RAAF’s first two F-35A pilots are due to commence training on the aircraft late this year and early next year.

(Australian Aviation)

PT. Palindo Marine dan PT. Citra Shipyard Siap Selesaikan 4 KCR-40

22 Juli 2014


 Kapal cepat rudal KCR-40 (photos : silep-04, kaskus militer)

Kapal perang buatan Indonesia diluncurkan September mendatang

Merdeka.com - Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr Marsetio meninjau galangan kapal PT. Palindo Marine Shipyard dan PT. Citra Shipyard Tanjung Uncang Batam, Kepulauan Riau, Kamis, yang merupakan tempat pembuatan kapal perang karya anak bangsa Indonesia.

Seperti yang diberitakan Antara, Kamis (17/7), Kasubdispenum Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Kolonel Laut (P) Suradi Agung Slamet, melaporkan Kasal dalam kunjungan itu diterima langsung oleh Direktur Utama PT. Palindo Marine, Harmanto, dan Dirut PT. Citra Shipyard, Frengky.

Saat ini, kedua perusahaan itu sedang membangun empat 4 unit Kapal Cepat Rudal (KCR) dan satu unit PC 43. Rinciannya, tiga unit KCR diproduksi oleh PT. Palindo Marine Shipyard, satu unit KCR dan satu unit PC 43 dibangun oleh PT. Citra Shipyard.

"Pembangunan kapal perang yang merupakan karya anak bangsa Indonesia ini siap diluncurkan pada awal September mendatang," kata Direktur Utama Palindo Marine, Harmanto.

Kapal perang yang memiliki panjang 44 meter ini dapat melaju hingga 30 knots atau kurang lebih 60 kilometer per jam.

Sebelumnya, perusahaan ini telah sukses memproduksi sejumlah kapal perang TNI Angkatan Laut, antara lain KRI Clurit 641, KRI Kujang 642, dan KRI Beladau 643.



Dalam kunjungannya, Kasal didampingi Asrena Kasal Laksda TNI Agung Pramono, Panglima Armada Barat Laksda TNI Ary Atmaja, Kadismatal Laksma TNI Ir Bambang Naryono, Dan Lantamal lV Laksma TNI Agus Heryana, Dan Lantamal V Brigjen TNI Mar Rudy Andi Hamzah, Kabagset Smin Kasal Letkol Laut (KH) Ali Ridlo, dan Kabag Bungkol Kasal Letkol Laut (E) Lilik Asmoro.

Setelah melakukan peninjauan pembangunan kapal perang karya anak bangsa, Kasal beserta rombongan langsung menuju Batalyon Infanteri 10 Korps Marinir di Setoko, Batam, untuk meresmikan Masjid Al Barkah bagi seluruh prajurit Batalyon serta masyarakat sekitar.

Sebelumnya (16/7), Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko yang didampingi Kasal dan Wakasal melaksanakan inspeksi pasukan Marinir yang terlibat dalam pengamanan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014 di lapangan apel Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan.

Kedatangan Panglima TNI beserta rombongan di Bhumi Marinir, Cilandak, disambut Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) A. Faridz Washington dan Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) Siswoyo Hari Santoso. Pada pengamanan pilpres kali ini, Korps Marinir menerjunkan 2.901 personel dari jajaran marinir wilayah barat.

Dalam inspeksi untuk mengecek kesiapan serta kondisi prajurit Korps Marinir menjelang pengumuman hasil akhir Pilpres pada 22 Juli itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menekankan tiga hal yakni menjaga netralitas TNI, bersikap tegas dalam tindakan, dan profesional dalam bertugas dengan tetap dalam kendali Panglima TNI.

(Merdeka)