18 November 2017

Harris to Deliver Carriage & Release Systems for KAI KF-X

18 November 2017

BRU-57 smart rack (photo : Harris)

Harris was selected by Korea Aerospace Industries (KAI) to provide carriage and release systems (proven, reliable single- and twin-store carriers) for the next-generation Korea Fighter-Experimental (KF-X) programme.

The KAI KF-X jet is a programme to develop an advanced multirole fighter for the Republic of Korea Air Force. "The KF-X aircraft represents a new strategic customer and fighter development platform for Harris in the Asian market," Ed Zoiss, President, Harris Electronic Systems, explained. "This selection reaffirms Harris’ position as the supplier of choice worldwide for proven, leading edge carriage and release solutions."

The BRU-47 single store carrier, known for its reliability and ease of maintenance, also reduces the time needed for loading stores using Harris’ patented sway-brace technology – which minimizes rack sway due to aircraft maneuvers and munition release. The BRU-46/A and BRU-47/A offer users significant benefits, including shorter store loading times and greatly reduced maintenance. As a result, users are able to rapidly rearm aircraft while reducing dependency on the logistics infrastructure. This is especially significant during high sortie rate missions. Harris patented swaybrace technology facilitates the loading of stores in blind or difficult access situations while eliminating the need to tighten individual screw jacks to precise torque values. Another patented feature is the hot gas filtration system that permits dozens of dirty pyrotechnic cartridge firings without having to clean any bomb rack components.The BRU-46/A and BRU-47/A are used on the United States Air Force (USAF) F-15E EAGLE and the F/A-22 RAPTOR. Additionally, the BRU-46/A (as part of the BRU-57 Smart Rack, see below) is employed on the F-16 FALCON. The BRU-46/A and BRU-47/A have earned an excellent reputation among operators and maintainers as a reliable, easily maintained state-of-the-art bomb rack unit.

BRU-47 single store carrier (photo : Harris)

The BRU-57 is a smart-weapon-enabled, twin store carrier that doubles the payload capacity of aircraft without modifying any hardware – providing for a wide array of payload configurations. The BRU-55/A smart rack doubles the number of MIL-STD-1760 smart weapons that can be carried on tactical strike aircraft, such as the F/A-18 C-F. This is accomplished with no modification to aircraft wiring. The electronic control assembly installed within the nose and tail fairings of the F/A-18’s Canted Vertical Ejector Rack (CVER) provides a class II 1760 interface to the aircraft and one 1760 class II interface to each of the two weapons carried on the CVER. Digital communications to the weapons on the BRU-55/A are passively coupled to the aircraft MIL-STD-1553 data bus thereby minimising updates to the aircraft Operational Flight Program (OFP).

(Mpnch)

17 November 2017

TNI AL Berhasil Uji Coba Senjata Strategis Rudal C-705 dan Torpedo SUT

17 November 2017


Penembakan rudal C-705 dari kapal cepat rudal kelas terkecil milik TNI AL (KCR-40) KRI Kujang 642 berhasil mengenai sasaran dengan sukses (all photos : TNI AL)

KBRN, Tanjungpinang : TNI Angkatan Laut berhasil melaksanakan uji coba penembakan senjata-senjata strategis yaitu penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT di Perairan Laut Bali,  Jumat, (17/11/2017)

Penembakan Rudal C-705 berhasil diluncurkan dari KRI Kujang-642  Satuan Kapal Cepat Koarmabar (Satkat Koarmabar) dengan berhasil  mengenai tepat pada sasaran Ex KRI Karimata-960. Dilanjutkan dengan penembakan Torpedo SUT dari Kapal Selam KRI Nanggala-402 dari Satuan Kapal Selam (Satsel) Koarmatim, dimana tembakan kedua tersebut berhasil menenggelamkan sasaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Uji Coba Penembakan Rudal C-705 oleh KRI Kujang-642 dan KRI Clurit-641 serta Penembakan Torpedo SUT Kepala Perang oleh KRI Nanggala-402 di Laut Bali.

Ketiga KRI tersebut tergabung dalam Satuan Tugas Uji Coba Penembakan Rudal C-705 dan Torpedo SUT dimana sebagai Dansatgas Penembakan adalah Kolonel Laut (P)  I G.P. Alit Jaya, S.H., M. Si. yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Cepat (Dansatkat) Koarmabar.



Kegiatan uji coba tersebut disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, S. E., M. A. P.,  dengan didampingi oleh Asops Kasal, Aslog Kasal, Pangarmabar,  Pangarmatim serta Pangkolinlamil diatas geladak KRI Teluk Bintuni-520. 

Selanjutnya Kasal Laksmana Ade Supandi, S. E., M. A. P., menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit yang tergabung dal Satgas atas keberhasilannya dalam melaksanakan Ujicoba tersebut.  "Selamat atas keberhasilan penembakan Rudal C705 dan Torpedo SUT,  agar tampilan dan kemampuan yang ditunjukkan hari ini menjadi momentum untuk peningkatan performa kemampuan tempur prajurit TNI Angkatan Laut. Selamat untuk seluruh Prajurit yang tergabung dalam Satgas" ujar Kasal dalam pengarahannya selesai keberhasilan Satgas melaksanakan uji coba tersebut. 

Selain dalam rangka menguji kehandalan dan daya hancur kedua senjata tersebut juga menguji kemampuan integrasi peralatan sensor dan sistem kendali senjata yang baru CMS MSI-90U MK Kongsberg.  selain itu,  tujuan dari uji coba ini adalah terpeliharanya kemampuan tempur prajurit TNI AL serta meningkatkan profesionalisme prajurit KRI dalam melaksanakan tugas sebagai pengawak alutsista TNI Angkatan Laut.



Sebelum penembakan,  Satgas telah melaksanakan persiapan secara matang dari mulai persiapan teknis peralatan serta persiapan kemampuan prajurit dengan melaksanakan latihan-latihan taktis berupa Prosedur penembakan Rudal dan Torpedo, prosedur pengoperasian Fire Control sistem yang terdapat di KRI Nanggala-402, KRI Clurit-641 dan KRI Kujang-642 serta melaksanakan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka memantapkan rencana taktis yang telah disusun pada saat tahap persiapan.

Rudal C-705 serta Torpedo SUT merupakan senjata strategis yang saat ini dimiliki oleh TNI Angkatan Laut, dimana Rudal C-705 memiliki kemampuan menghancurkan sasaran kapal permukaan dan sasaran di daratan.  Sementara Torpedo SUT punya kemampuan untuk menghancurkan sasaran kapal permukaan maupun sasaran Kapal Selam. 

Hadir dalam ujicoba penembakan tersebut, para Pejabat TNI Angkatan Laut  diantaranya Kadislaikmatal, Kadisadal,  Kadissenlekal,  Irops Itjenal,  Danguspurlatim serta Danpuspenerbal.

(RRI)

PCG Receives 3 High Speed Boats from Japan

17 November 2017


Three high speed from Japan (photo : Update)

The Philippine Coast Guard (PCG) today, November 16 received the three of the ten high speed Rigid Hull Inflatable Boats (RHIB) donated by the Japanese government through Japan International Cooperation (JICA).

The donated RHIBs from Japan were showcased during the last day of the nine-day Rubber Boast Operation Training as part of the 15th Maritime Law Enforcement Exercise held at the PCG Headquarters also conducted today.

PCG said the RHIBs are part of the JPY 600 million Non-Project Grant Aid (NPGA) for the PCG from the Japanese government’s Economic and Social Development Program.

“This project is one of the four (4) other equipment granted to the PCG. Among others were a 14-person capacity 15-meter boat, two (2) 10-12 meter boat and a portable X-ray detector,” PCG added.

“The said NPGA is a result of President Duterte’s request to Ambassador Ishikawa during his courtesy call last July 2016 in the Philippines,” it added.

(Update)

Angkatan Laut Bangun Pangkalan di Manokwari Selatan

17 November 2017


Momiwaren, Manokwari Selatan, Papua (image : GoogleMaps)

Ransiki, (Antara)-Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) akan membangun pangkalan di wilayah Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat.

Wakil Bupati Manokwari Selatan Wempi Rengkung di Ransiki Manokwari Selatan, Selasa, mengatakan, sejak sah terbentuk menjadi daerah otonomi baru, pembangunan perangkat daerah dan vertikal gencar dilakukan di Manokwari Selatan.

Menurutnya, kahadiran TNI, Polri dan perangkat dari berbagai instansi pemerintahan yang lain diharapkan untuk mendukung keamanan dan upaya percepatan pembangunan daerah.

Terkait pembangunan pangkalan TNI-AL, lanjut Wempi, bulan lalu pihaknya telah menerima Liaison Officer (LO) atau perwira penghubung dari Lantamal XIV Sorong.

"Kita sudah bertemu dan berbicara panjang lebar. Rencananya, pangkalan akan dibangun di Momiwaren," kata Rengkung.

Perairan Manokwari Selatan, kata dia, akan menjadi salah satu wilayah pertahanan laut di Indonesia bagian timur. Pemerintah daerah siap mendukung rencana tersebut.

Mengawali program rencana tersebut, pemerintah daerah menfasilitasi gedung sebagai kantor LO di Oransbari. Dalam waktu dekat Komandan Lantamal XIV akan berkunjung ke daerah ini.

"Pada tahap awal ini, akan ada beberapa kapal pengintai yang ditempatkan di wilayah perairan kita. Juga ada 200 personil yang akan ditempatkan di sini," ujarnya lagi.

Dia menambahkan, selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga siap mendukung dana operasional bagi.

"Rindam Kasuari sementara dibangun, SPN (Sekolah Polisi Negara) pun sedikit lagi dan sekarang angkatan laut masuk. Lengkap sudah, Manokwari Selatan siap berkembang," katanya lagi.

(Antara)

TNI AU Bangun Satuan Radar Baru di Sumba

17 November 2017

Satuan radar baru akan dibangun di Kahale, Sumba Barat Daya (photo : ThalesRaytheon)

Kupang, NTT (ANTARA News) - Komandan Pangkalan Udara TNI AU El Tari, Kolonel Penerbang Ronny I Moningka, mengatakan, TNI AU akan membangun satuan radar baru di Kahale, Kabupaten Sumba Barat Daya, Pulau Sumba, untuk mendukung pengamanan wilayah udara di NTT.

NTT merupakan provinsi paling selatan di Indonesia, yang berbatasan dengan Laut Timor, Samudera Hindia, dan Australia.

"Di Kahale sedang dibangun satuan radar baru, sudah ada lahan yang disiapkan pemerintah daerah setempat dan sudah dilakukan pemagaran," kata Moningka, di Kupang, Kamis.

Ia mengatakan, untuk saat ini satu-satunya satuan radar yang aktif beroperasi memantau wilayah udara di provinsi setempat yakni Satuan Radar 226 yang beroperasi Buraen, Kabupaten Kupang, Pulau Timor.

Namun, kata dia, satuan radar tersebut baru mengcover sebagian wilayah udara provinsi yang berbatasan langsung laut dan darat dengan negara Timor Timur dan batas laut dengan Australia itu.

"Radar di Buraen ini untuk menjaga ancaman yang masuk dari wilayah selatan, dan sudah diintegrasikan dengan radar Bandara El Tari dan bandara lainnya di NTT," katanya. 

Sementara itu, lanjut, radar baru yang ditempatkan di Sumba Barat Daya akan mampu meliputi semua wilayah udara NTT.

Moningka mengapesiasi dukungan pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya untuk penyelesaian masalah lahan pembangunan radar baru dan sekarang sudah dilakukan pemagaran untuk mengamankan aset tersebut.

"Kemungkinan dua tahun ke depan radar sudah ditempatkaan di daerah itu sehingga seluruh wilayah udara NTT nantinya akan terpantau semuanya oleh radar pertahanan udara TNI AU," katanya.

Ia menambahkan, kehadiran radar baru tersebut nantinya membuat pengawasan wilayah udara termasuk pemantauan aktivitas penerbangan yang menghubungkan 14 bandara aktif di NTT lebih maksimal.

"Sehingga peran TNI-AU untuk operasi militer perang maupun operasi militer selain perang juga akan lebih maksimal dalam menjaga keamanan udara," katanya.

(Antara)

Singapore Deploys LMV on Inaugural Regional Mission in Show of Platform’s Wider Capabilities

17 November 2017


Singapore's first-of-class Littoral Mission Vessel, RSS Independence. The vessel has been deployed to a regional activity for the first time (photo : Sing Mindef)

The Republic of Singapore Navy (RSN) has deployed its first-of-class Littoral Mission Vessel to Thailand, marking the platform’s debut in a regional multilateral exercise.

The 1,250-tonne warship, RSS Independence (15) will participate in the first Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) multilateral naval exercise (‘AMNEX’ 2017), which will take part on and around Sattahip Naval Base in the Gulf of Thailand from 13 to 22 November.

Independence , which was commissioned in May, is also scheduled to take part in an international fleet review on 19 November in Pattaya Bay as part of ASEAN’s 50th anniversary celebrations.

During its deployment in Thailand, the LMV will have the opportunity to demonstrate a number of concepts for the RSN, including the platform’s ability to be deployed away from its homeport for a relatively extended period of time, and its ability to interoperate with assets of regional navies.

The vessel will also have the opportunity to prove out pioneering concepts found on its integrated platform management system (IPMS), such as a remote health monitoring and support system, which has been designed to allow shore-based engineers troubleshoot contingencies from a distance while the vessel is at sea.

Independence is one of eight LMVs ordered from shipbuilder ST Marine in January 2013. The platform measures 80 m in length, 12 m in breadth, has a hull draught of 3 m, and a standard range of 3,500 n miles (6,482 km) at 15 kt.

(Jane's)

16 November 2017

KRI Bima Suci Tiba di Jakarta

16 November 2017

Kedatangan KRI Bima Suci di Jakarta (photos : defence.pk)

KRI Dewa Ruci sambut KRI Bima Suci

Jakarta (ANTARA News) - Kapal layar latih tiang tinggi KRI BIma Suci tiba di Jakarta disambut pendahulunya KRI Dewa Ruci di tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis pagi.

KRI Dewa Ruci yang dikomandani Letkol Laut (P) Rahadian Rahmadi, dan membawa 30 purnawirawan TNI Angkatan Laut, bertolak dari JICT II Tanjung Priok pada pukul 05.30 WIB menuju tenggara Pulau Damar, Kepulauan Seribu. 

Satu setengah jam berlalu, KRI Dewa Ruci pun tepat berhadapan dengan KRI BIma Suci. Kedua kapal layar latih tiang tinggi pun saling memberikan penghormatan parade lambung.

Usai prosesi penghormatan parade lambung, KRI Dewa Ruci pun bergerak memandu KRI BIma Suci menuju Dermaga JICT II, untuk menjalani proses sandar di dermaga tersebut. 

Tepat pukul 08.30 KRI Dewa Ruci sandar di dermaga dan disambut atraksi drum band siswa siswi SMP Hang Tuah 2. Berselang sekitar 30 menit kemudian KRI BIma Suci pun sandar di dermaga yang sama untuk menjalani upacara penyambutan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Ade Sopandi dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Kerja.


Kedatangan kapal kelas layar latih Barque itu disambut atraksi sendratari bertajuk "BIma Suci" oleh Sanggar Tari Sasana Budaya. 

KRI BIma Suci dibuat di galangan kapal Construcciones Navales Paulino Freire, Vigo, Spanyol, selama 22 bulan. Kapal bernomor lambung 945 tersebut bertolak ke Indonesia pada 18 September 2017, menyinggahi 9 kota di 5 negara dengan jarak tempuh 11.170 NM.

Kapal yang memiliki panjang 111,20 meter itu dikomandani Letkol Laut (P) Widiyatmoko Baruno Aji dan membawa 171 personel termasuk seorang jurnalis Perum Kantor Berita Antara.

Kapal perangqa1 jenis layar latih KRI BIma Suci akan berada di Jakarta hingga 22 November untuk menggelar ?open ship? sebelum berlayar ke Sabang, untuk mengikuti ?Sail Sabang? dan bertolak menuju Surabaya. 

(Antara)